Pemerintah Turki Usir Para Jurnalis Asing

pemerintah-turki-usir-para-jurnalis-asing-SIxLYGRr2iISTANBUL – Tindakan keras Pemerintah Turki untuk mengekang kebebasan pers di negara itu tampaknya tidak hanya berlaku bagi jurnalis media dalam negeri, namun juga jurnalis media asing. Beberapa kasus dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan adanya upaya pemerintah untuk ‘mengusir’ para jurnalis asing dari negara itu.

Setelah menolak memberikan izin masuk bagi kepala kantor berita Rusia Sputnikpekan lalu, Ankara dilaporkan juga mengusir seorang jurnalis Amerika Serikat (AS) yang tulisan-tulisannya telah muncul beberapa media terkemuka.

David Lepeska ditahan oleh petugas imigrasi Turki di Bandara Ataturk, Istanbul pada Senin, 25 April karena visanya terkena larangan untuk masuk ke Turki. Dia kemudian menunggu selama 20 jam sebelum dikirim pulang ke AS atau Italia.

“Saya tidak diberikan alasan pengenaan pelarangan masuk ataupun konfirmasi apakah status ini sementara atau permanen,” kata Lepeska sebagaimana dilansir dariRaw Story, Selasa (26/4/2016).

Pejabat senior Turki yang dimintai keterangan mengatakan bahwa pria yang pernah menulis untuk media Guardian, Al jazeera, dan Foreign Affairs itu tidak memiliki pengenal pers dan tidak dipekerjakan oleh media.

“Individu yang melalui proses hukum yang benar tidak mendapatkan masalah serupa,” jelasnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah jurnalis asing mendapatkan masalah dengan otoritas Turki. Musim semi lalu, dua reporter dari Vice ditahan dengan tuduhan membantu organisasi teroris sebelum dipulangkan ke negaranya.

Jurnalis Belanda Ebru Umar juga ditangkap dan dihadapkan ke pengadilan oleh Pemerintah Turki terkait kritiknya kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan. Ebru dilarang untuk meninggalkan Turki.

Masalah lain didapatkan koresponden Der Spiegel, Hasnain Kazim yang dipaksa meninggalkan Ankara setelah perpanjangan izin persnya tidak dikabulkan.

Sejumlah insiden ini menimbulkan kecemasan dari dunia internasional, terutama Eropa akan perlakuan buruk dari Turki terhadap para jurnalis. Turki yang selama ini berharap menjadi bagian dari Uni Eropa (UE) justru menunjukkan pengekangan terhadap kebebasan pers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s